Abstrak
Dewasa ini kata pahlawan devisa
sudah tentu tidak asing lagi di telinga kita, mereka yang berjasa sebagai
penyumbang kas negara memiliki peran yang vital dalam kegiatan ekonomi negara.
Julukan pahlawan devisa ini pada umumnya seringkali ditujukan kepada para
pencari berkah di negeri orang, ya para TKI, mereka bekerja keras demi
keluarga, dan secara tidak langsung juga bekerja keras demi Negara. Namun
apakah hanya TKI saja yang dapat menjadi “pahlawan devisa”?, tentu tidak,
sebutan “pahlawan devisa” terlalu universal bila hanya dilekatkan kepada para
TKI, setiap anggota negara dapat menyumbang untuk Negara juga, terutama dalam
konteks kali ini dalam bentuk devisa, Termasuk para mahasiswa. Agak terdengar
janggal bukan?, bagaimana mungkin mahasiswa yang masih terikat terhadap
kegiatan kuliahnya dapat memberi kontribusi kepada Negara layaknya para TKI
yang bersusah payah berkelana keluar negeri?. Jawaban dari keskeptisan tersebut
adalah “teknologi”. Ya, berterima kasih lah kepada perkembangan teknologi
dewasa ini, dunia seakan-akan telah berada di genggaman kita, kita dapat
menerima informasi dari berbagai penjuru dunia hanya dengan sentuhan jari,
gadget,smartphone, internet,komputer, itulah beberapa kata kunci yang bertanggung
jawab atas kemudahan informasi ini. Nah, melalui teknologi-teknologi inilah
pintu untuk mahasiswa ikut menjadi pahlawan devisa terbuka lebar. Yaitu e-business, sebagai metode paling cocok
bagi mahasiswa yang sibuk dengan kegiatan perkuliahannya.
Sang pahlawan devisa
Pahlawan devisa, mendengar kata
itu akan otomatis mengarahkan ingatan
kita kepada para kerabat kita yang
merantau ke luar negeri, rela jauh dari keluarga demi mendapatkan
pundi-pundi lebih untuk menhidupi keluarga yang telah jauh itu, untuk menjamin
buah hati mereka mendapatkan pendidikan yang layak,untuk melunasi hutang-hutang
yang melilit, untuk dapat memenuhi tagihan kontrakan yang menjerat dan banyak
lagi untuk-untuk lainnya , ya siapa lagi kalau bukan para TKI,para tenaga kerja
Indonesia. Kini muncul pertanyaan, mengapa mereka sampai bisa dinobatkan
sebagai pahlawan devisa? Dan apa itu devisa? Mari kita perdalam lagi pemahaman
kita akan para pahlawan ini. Pengorbanan
para TKI ini jika disimak sekilas hanya terlihat bermanfaat bagi pribadi dan keluarga yang
ingin mereka hidupi, namun hal tersebut ternyata barulah suatu bongkah es besar
mengapung di lautan yang merupakan
bagian dari bongkah es yang berkali-kali lebih besar. Ya, ternyata para TKI
ini menghasilkan sesuatu yang lebih
besar dari yang sekedar terlihat, mereka secara tidak sadar telah ikut serta
dalam suatu siklus besar yang dapat dikatakan berskala nasional bahkan
internasional, sebesar itukah peran mereka?. Ya , merekalah salah satu pemasok terbesar
akan harta Negara yaitu devisa, devisa ini kontribusi luar biasa berharga bagi negara,
karena peran tak disengaja inilah para
TKI ini di elu-elu kan sebagai “pahlawan devisa”. Kembali muncul pertanyaan,
benda apakah yang disebut sebagai devisa ini?, bagaimana mungkin dalam
kesibukannya para TKI ini masih sempat menghasilkannya dan bahkan secara tidak
sengaja?, dan seberapa pentingkah devisa ini bagi Negara Sehingga para pahlawan
ini mendapat respek yang cukup besar dari Negara itu sendiri?. Untuk memuaskan
pertanyaan-pertanyaan tersebut mari kita telaah kembali devisa ini.
Uang jajan Negara, ya itulah salah
satu kata sederhana yang cukup pas untuk
mendeskripsikan apa itu devisa. penjelasan
ringkas akan devisa merujuk dari ensiklopedia raksasa internet Wikipedia
adalah ” devisa adalah semua benda yang bisa digunakan untuk transaksi
pembayaran dengan luar negeri yang diterima dan diakui luas oleh dunia
internasional ”. Seperti yang tertera dalam penjelasan tersebut, devisa dapat
berupa benda apa saja yang layak dan memiliki nilai, namun pada umumnya devisa
berwujud valuta asing yaitu mata uang
asing yang diakui oleh dunia sebagai
alat pembayaran sah dalam transaksi antar negara. Valuta asing ini umumnya
didapat dari pertukaran akan mata uang asing dengan mata uang lokal, sehingga
mata uang asing yang didapat dari pertukaran itu akan dimasukkan kedalam kas
Negara. Mulai memiliki sedikit gambaran akan peran TKI dalam menyumbang devisa
untuk negara?, ya dari sini penjelasan akan pertanyaan bagaimana para TKI ini
menghasilkan devisa akan cukup sederhana, para TKI yang menukarkan mata uang
asing upah kerja keras mereka di luar negeri dengan mata uang sah dalam negeri
juga tanpa mereka maksud bahkan ketahui akan ikut menyumbang valuta asing bagi
Negara, dengan ini bagai melempar dua burung dengan satu batu, para TKI
mendapatkan untung yang berlipat sekaligus ikut membangun bangsa dengan
sumbangannya tadi. Devisa yang telah didapat ini memiliki kegunaan yang sangat
vital dalam menjaga kestabilan Negara.beberapa peran penting dari devisa adalah
:
- · Sebagai sarana pembayaran luar negeri. seperti kegiatan ekspor, impor dan seterusnya.
- · Sebagai sarana pembayaran utang luar negeri.
- · Sebagai sarana pembiayaan kegiatan pemerintahan luar negeri, seperti membiayai kedutaan dan konsultan luar negeri,membiayai perjalanan dinas keluar negeri, sertadapat juga berupa hadiah atau bantuanluar negeri.
- · Sebagai sarana pengontrol kekuatan mata uang lokal di pasar dunia.
Melihat manfaat dari devisa
diatas barulah kita dapat menyadari seberapa pentingnya peran TKI bagi Negara
dan mengapa julukan “pahlawan devisa” ini melekat pada mereka. Materi-materi
dasar telah kita pahami, kini mari kita masuk kedalam materi baru yang
sebenarnya merupakan maksud utama dari artikel kali ini. Yaitu apakah hanya TKI
yang dapat menghasilkan devisa?, tidakkah tanpa bekerja keluar negeri kita
tetap dapat member pemasukan bagi negara?, cakupan pembahasan akan kita
kerucutkan kepada salah satu bagian penting dari masyarakat, yaitu mahasiswa.
Jadi dapatkah mahasiswa menjadi pahlawan devisa juga? Meskipun tanpa bekerja
serabutan diluar negeri yang tentunya akan menelantarkan kuliah?, kali ini
langsung saja saya nyatakan jawaban dari pertanyaan ini, bisa.
Mahasiswa,
bibit-bibit pembangun bangsa
Kata mahasiswa tentu sudah tak
asing lagi terdengar di telinga kita, dan termasuk saya beberapa dari kalian
pembaca pasti adalah sang mahasiswa ini, selainnya bisa jadi belum,sudah,atau
(maaf kata) tidak kesampaian menjadi mahasiswa. Mahasiswa dianggap sebagai harapan
masa depan bangsa, dengan pemikiran-pemikiran segar nya diharapkan sang
jiwa-jiwa muda akan menggantikan para tetua dalam menggerakan roda Negara dalam
semua sektor. Kewajiban utama seorang mahasiswa adalah memupuk ilmu
sebanyak-banyaknya dan menempa diri sekeras-kerasnya untuk mempersiapkan tugas
besar yang akan mereka emban setelah lulus dari perkuliahan nanti. Maka dari
itu kerja mahasiswa tidak serta merta hanya berkutat pada tumpukan buku,
deretan tugas dan mendatangi kelas saja, diluar dari kegiatan memperkaya ilmu,
mahasiswa juga perlu memperkaya wawasan akan dunia yang akan mereka hadapi
nanti,aktif melakukan kegiatan bersosial,memperbanyak interaksi, melatih mental
dalam berargumen sudah menjadi harga mati jika menginginkan persiapan yang
mantap untuk dunia kerja. membangun kerangka kepribadian yang kokoh soft
skill yang mumpuni dapat dilakukan dengan
berbagai cara. Kegiatan organisasi sudah menjadi pilihan utama dalam
mewujudkan pengembangan skill tersebut, namun masih ada cara selain kegiatan
organisasi yang sama besar manfaatnya. Berbisnis, interaksi langsung dengan
pelanggan, pengaturan dan perencanaan disana-sini, pengolahan modal yang harus
diperhatikan secara teliti, sudah lebih dari cukup sebagai kurikulum ekstra
pelatihan diri. Bagaikan terjun langsung dan bekerja di lingkungan masyarakat
asli, berbisnis memberikan keuntungan yang sangat memuaskan baik di sisi materi
maupun pengalaman.
Mahasiswa berbisnis
Sebelum
terjun kedalam dunia bisnis mahasiswa harus memahami terlebih dahulu posisi
dirinya dalam dunia ini. mengetahui apa saja tugas,tanggung jawab dan peluang
mahasiswa dalam bisnis sudah menjadi harga mati jika ingin sukses dalam
menjalaninya. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik
universitas dengan berhati-hati dalam memilih langkah bisnis, menjaga
norma-norma dan tentunya tidak melakukan tindakan illegal yang dilarang oleh
hukum. Selain itu mereka harus tetap sadar akan tugas utama mereka sebagai
seorang mahasiswa, mereka tetap memiliki tanggung jawab kepada orang tua yang
telah membiayai mereka untuk belajar
sebaik-baik mungkin sehingga tidak menyia-nyiakan pengorbanan orang tua
tersebut. Bagi mahasiswa yang kesehariannya disibukkan dengan berbagai tugas,
praktikum,dan ujian, sudah barang tentu pilihan mereka akan jenis bisnis
sangatlah terbatas, bisnis yang mewajibkan si pebisnis untuk terjun langsung
kelapangan dengan jeda kerja yang panjang tentunya memiliki resiko besar dalam
membuat sang mahasiswa tidak focus bahkan dapat menelantarkan kuliahnya. Untuk
satu-satunya cara agar kegiatan bisnis dan kuliah tidak bertabrakan adalah
dengan menjalani kegiatan bisnis yang tidak menyita banyak waktu, dan juga
tidak memerlukan tempat khusus dalam prakteknya. Terdengar mustahil?, teknologi
lah jawabanya. Lebih tepatnya teknologi informasi, internet yang sudah menjadi
santapan masyarakat sehari-hari menjadi sarana yang paling efektif bagi
mahasiswa, tanpa harus absen kelapangan mahasiswa dapat menjalankan bisnis nya
secara mobile melalui gadget yang
dimiliki mahasiswa dimanapun dan kapanpun. Sarana bisnis yang cocok telah
didapat, kini saatnya kita beralih ke apa yang ingin mahasiswa lakukan dengan
bisnisnya.
Mahasiswa dan jiwa entrepreneurship
Setiap orang memiliki jiwa enterprenurship yang terpendam dalam
diri mereka masing-masing, tergantung apakah mereka ingin mengembangkannya apa
tidak, termasuk mahasiswa. motif untuk memulai bisnis bervariasi dari hanya
untuk mencari sedikit pendapatan hingga mereka yang jenuh dengan stagnansi hidup yang ia jalani, sehingga
hal itu membakar semangatnya untuk menciptakan sesuatu yang baru, otak mereka
akan dipenuhi akan ide-ide gila yang diiringi dengan ego untuk menjadi yang
terunik dan terbaik, bagi mahasiswa kekreatifitasan adalah sebuah keunggulan
bagi mereka yang merupakan otak-otak muda yang masih memiliki pikiran-pikiran
fresh. namun jiwa entrepreneurship saja belumlah cukup, mahasiswa juga harus
mempersiapkan terlebih dahulu mental dan wawasan mengenai dunia yang baru akan
diselaminya. Setelah mengetahui hal basic
dari bisnis barulah mahasiswa siap untuk memulai langkah awal dari bisnis
barunya.
Perbandingan antara
model bisnis tradisional dan online/digital
Dewasa ini pilihan untuk berbisnis
secara garis besarnya sudah terbagi menjadi dua pilihan, yaitu mau terjun langsung ke lapangan
(tradisional/konvensional) ataupun duduk manis dirumah dengan bermodalkan
internet dan gadget atau komputer (online/digital). Kedua bentuk bisnis ini
memiliki tentu peluang dan pangsa pasarnya tersendiri, namun jika melihat lagi
ke jaman serba internet sekarang ini tentu bisnis online/digital lebih
menjanjikan. Mari kita lihat bagaimana bisnis online bisa lebih menuntungkan
ketimbang bisnis tradisional.
a.Modal
ditilik dari modal saja sudah member perbedaan yang besar
antara bisnis online dan tradisional, modal
untuk bisnis tradisional bisa dibilang cukup besar, dari menyewa tempat
dan perangkatnya saja sudah membutuhkan modal jutaan. Sedangkan untuk bisnis
online dapat di mulai dengan dana gratis asal sang pebisnis mengetahui
trik-triknya, biarpun membutuhkan modal itupun paling mahal sekitar ratusan
ribu.
b.efektifitas waktu
dan tempat
waktu adalah hal yang sangat
berharga bagi siapapun, bagi pebisnis tradisional terutama bagi yang baru
memulai mereka akan terpaksa menyita banyak waktu mereka dalam menjalankan
bisnisnya, bisa berjam-jam mereka harus mengurusi bisnis mereka yang notabene tidak bisa di
acuhkan sebentar saja. Sedangkan dalam bisnis online, kita disajikan kemudahan
dapat menjalankan bisnis kita kapan saja dan dimana saja terimakasih diucapkan
kepada gadget yang bisa dibawa kemana-mana. Tanpa harus diberi fokus ekstra
pebisnis dapat meninggal sementara bisnisnya karena internet itu sendiri sudah sepeprti karyawan pribadi
yang sanggup bekerja 24/7.
c.promosi
pebisnis tradisional memiliki
jangkauan promosi yang sangat terbatas, hanya sebatas lingkungan sekitar tempat
bisnisnya berada, pembuatan pamphlet dan berbagai alat promosi konvensional
akan kembali memakan biaya. Sedangkan pada bisnis online kita dapat melakukan
operasi promosi yang sangat besar dengan biaya yang nihil, jangkauan internet
sangat mendunia, hanya dengan sedikit pengaturan poster-poster digital usaha
kita sudah tersebar di berbagai penjuru dunia.
Itu lah beberapa perbandingan
antara bisnis online dan tradisional, 3 perbandingan ini saja kita sudah dapat
melihat keunggulan besar yang dimiliki bisnis online terhadap bisnis
tradisional.
Global Advertising Berdasarkan Segmen Pasar
Internet memiliki suatu keunikan
lain, tanpa memiliki barang dagang pun kita tetap dapat memiliki peran dalam
kegiatannya, peran tersebut adalah sebagai katalisator informasi mengenai
produk suatu produsen diketahui oleh masyarakat, atau sederhananya disebut
sebagai jasa pengiklanan. Jasa e-commerce
merupakan salah satu pilihan bagi individu yang menginginkan bisnis tanpa
repot memikirkan modal untuk produk, melalui aplikasi blog,website juga termasuk
media social. sang pengiklan bisa menyebarkan iklannya dengan leluasa, tanpa
perlu modal besar, dan yang hanya perlu pengiklan persiapkan adalah
kekreativitasan dalam menciptakan suatu iklan yang eye-catching, teknik promosi
yang dapat menyerap perhatian besar dari
masyarakat, serta menyebarkan iklan tersebut secara efektif sudah lebih dari
cukup dalam menjalankan bisnis jenis ini.
Implementasi e-business Yang Tepat Bagi Mahasiswa
e-business atau bisnis secara online memang seperti
dimaksudkan bagi orang-orang yang ingin berbisnis namun tidak memiliki modal
yang cukup baik dari segi waktu maupun uang. Karena itulah bisnis online
merupakan tipe bisnis yang sangat cocok bagi seorang mahasiswa yang notabene
memiliki sedikit persediaan waktu dan belum memiliki penghasilan sendiri. Dalam
e-business mahasiswa hampir dapat melakukan bisnis apapun
yang mereka mau asalkan diiringi dengan keinginan kuat, mahasiswa yang ingin
berdagang online tetapi tidak memiliki modal bisa saja menjalin kerja sama
dengan pedagang lain yang belum merambah dunia bisnis online dan mengambil
peran sebagai yang menjalankan cabang bisnis mereka di dunia online, bahkan
yang lebih ekstrim mahasiswa bisa meminjam modal, baik dari bank maupun orang
lain, yang nantinya modal tersebut akan digunakan untuk menyediakan barang yang
ingin didagangkan. Bisnis online memang sangat efektif, bila menjalaninya
dengan benar maka modal awal tadi akan kembali dalam kurun waktu yang tidak
lama, dan mahasiswa tidak perlu takut dikejar-kejar penagih. Bagi mahasiswa
yang tidak mau repot pun internet masih menyediakan alternatif bisnis lain
seperti yang sudah dibahas disub bab sebelumnya yaitu
jasa pengiklanan secara online. Kegiatan hobi menulis blog pun dapat
dimanfaatkan untuk setidaknya menambah uang makan dengan menggunakan ads-ads
yang banyak disediakan berbagai pihak, semakin banyak yang membuka blog
tersebut maka akan semakin banyak pemasukan diterima. Setelah beragam pilihan
yang disediakan bagi mahasiswa yang ingin menjalankan bisnis, kini semua
kembali lagi kepada mahasiswa itu sendiri, semua kemudahan yang diberikan oleh
internet tetap belum menjamin 100% kesuksesan si mahasiswa dalam menjalankan
bisnisnya, ketekunan adalah kunci utama jika menginginkan bisnis yang berhasil.
Dan mahasiswa juga harus dapat membagi waktu sehingga kuliah mereka tidak
terbengkalai akibat fokus yang diberikan kepada bisnis terlalu besar.
Akhir Kata
Mahasiswa
juga memiliki kesempatan menjadi pahlawan devisa dengan memanfaatkan kinerja
internet, tanpa perlu merantau keluar negeri demi mendapatkan mata uang asing,
uang-uang dari luar negeri akan ditransferkan secara sendirinya seiring
berjalannya bisnis kita. Jadi semangat lah! Wahai mahasiswa ayo kita ikut
berpartisipasi dalam menyumbang pemasukan bagi Negara kita tercinta. keep livin! ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar