Senin, 26 Januari 2015

MAHASISWA SEBAGAI PAHLAWAN DEVISA


Abstrak
Dewasa ini kata pahlawan devisa sudah tentu tidak asing lagi di telinga kita, mereka yang berjasa sebagai penyumbang kas negara memiliki peran yang vital dalam kegiatan ekonomi negara. Julukan pahlawan devisa ini pada umumnya seringkali ditujukan kepada para pencari berkah di negeri orang, ya para TKI, mereka bekerja keras demi keluarga, dan secara tidak langsung juga bekerja keras demi Negara. Namun apakah hanya TKI saja yang dapat menjadi “pahlawan devisa”?, tentu tidak, sebutan “pahlawan devisa” terlalu universal bila hanya dilekatkan kepada para TKI, setiap anggota negara dapat menyumbang untuk Negara juga, terutama dalam konteks kali ini dalam bentuk devisa, Termasuk para mahasiswa. Agak terdengar janggal bukan?, bagaimana mungkin mahasiswa yang masih terikat terhadap kegiatan kuliahnya dapat memberi kontribusi kepada Negara layaknya para TKI yang bersusah payah berkelana keluar negeri?. Jawaban dari keskeptisan tersebut adalah “teknologi”. Ya, berterima kasih lah kepada perkembangan teknologi dewasa ini, dunia seakan-akan telah berada di genggaman kita, kita dapat menerima informasi dari berbagai penjuru dunia hanya dengan sentuhan jari, gadget,smartphone, internet,komputer, itulah beberapa kata kunci yang bertanggung jawab atas kemudahan informasi ini. Nah, melalui teknologi-teknologi inilah pintu untuk mahasiswa ikut menjadi pahlawan devisa terbuka lebar. Yaitu e-business, sebagai metode paling cocok bagi mahasiswa yang sibuk dengan kegiatan perkuliahannya.      


Sang pahlawan devisa
Pahlawan devisa, mendengar kata itu  akan otomatis mengarahkan ingatan kita kepada para kerabat kita yang  merantau ke luar negeri, rela jauh dari keluarga demi mendapatkan pundi-pundi lebih untuk menhidupi keluarga yang telah jauh itu, untuk menjamin buah hati mereka mendapatkan pendidikan yang layak,untuk melunasi hutang-hutang yang melilit, untuk dapat memenuhi tagihan kontrakan yang menjerat dan banyak lagi untuk-untuk lainnya , ya siapa lagi kalau bukan para TKI,para tenaga kerja Indonesia. Kini muncul pertanyaan, mengapa mereka sampai bisa dinobatkan sebagai pahlawan devisa? Dan apa itu devisa? Mari kita perdalam lagi pemahaman kita akan para pahlawan ini.  Pengorbanan para TKI ini jika disimak sekilas hanya terlihat  bermanfaat bagi pribadi dan keluarga yang ingin mereka hidupi, namun hal tersebut ternyata barulah suatu bongkah es besar  mengapung di lautan yang merupakan bagian dari bongkah es yang berkali-kali lebih besar. Ya, ternyata para TKI ini  menghasilkan sesuatu yang lebih besar dari yang sekedar terlihat, mereka secara tidak sadar telah ikut serta dalam suatu siklus besar yang dapat dikatakan berskala nasional bahkan internasional, sebesar itukah peran mereka?.  Ya , merekalah salah satu pemasok terbesar akan harta Negara yaitu  devisa,  devisa ini  kontribusi luar biasa berharga bagi negara, karena peran tak disengaja inilah  para TKI ini di elu-elu kan sebagai “pahlawan devisa”. Kembali muncul pertanyaan, benda apakah yang disebut sebagai devisa ini?, bagaimana mungkin dalam kesibukannya para TKI ini masih sempat menghasilkannya dan bahkan secara tidak sengaja?, dan seberapa pentingkah devisa ini bagi Negara Sehingga para pahlawan ini mendapat respek yang cukup besar dari Negara itu sendiri?. Untuk memuaskan pertanyaan-pertanyaan tersebut mari kita telaah kembali devisa ini.
Uang jajan Negara, ya itulah salah satu kata sederhana yang cukup  pas untuk mendeskripsikan apa itu devisa. penjelasan  ringkas akan devisa merujuk dari ensiklopedia raksasa internet Wikipedia adalah ” devisa adalah semua benda yang bisa digunakan untuk transaksi pembayaran dengan luar negeri yang diterima dan diakui luas oleh dunia internasional ”. Seperti yang tertera dalam penjelasan tersebut, devisa dapat berupa benda apa saja yang layak dan memiliki nilai, namun pada umumnya devisa berwujud  valuta asing yaitu mata uang asing  yang diakui oleh dunia sebagai alat pembayaran sah dalam transaksi antar negara. Valuta asing ini umumnya didapat dari pertukaran akan mata uang asing dengan mata uang lokal, sehingga mata uang asing yang didapat dari pertukaran itu akan dimasukkan kedalam kas Negara. Mulai memiliki sedikit gambaran akan peran TKI dalam menyumbang devisa untuk negara?, ya dari sini penjelasan akan pertanyaan bagaimana para TKI ini menghasilkan devisa akan cukup sederhana, para TKI yang menukarkan mata uang asing upah kerja keras mereka di luar negeri dengan mata uang sah dalam negeri juga tanpa mereka maksud bahkan ketahui akan ikut menyumbang valuta asing bagi Negara, dengan ini bagai melempar dua burung dengan satu batu, para TKI mendapatkan untung yang berlipat sekaligus ikut membangun bangsa dengan sumbangannya tadi. Devisa yang telah didapat ini memiliki kegunaan yang sangat vital dalam menjaga kestabilan Negara.beberapa peran penting dari devisa adalah :

  • ·      Sebagai sarana pembayaran luar negeri. seperti kegiatan ekspor, impor dan   seterusnya.
  • ·      Sebagai sarana pembayaran utang luar negeri.
  • ·      Sebagai sarana pembiayaan kegiatan pemerintahan luar negeri, seperti membiayai kedutaan dan konsultan luar negeri,membiayai perjalanan dinas keluar negeri, sertadapat juga berupa hadiah atau bantuanluar negeri.
  • ·      Sebagai sarana pengontrol kekuatan mata uang lokal di pasar dunia.

Melihat manfaat dari devisa diatas barulah kita dapat menyadari seberapa pentingnya peran TKI bagi Negara dan mengapa julukan “pahlawan devisa” ini melekat pada mereka. Materi-materi dasar telah kita pahami, kini mari kita masuk kedalam materi baru yang sebenarnya merupakan maksud utama dari artikel kali ini. Yaitu apakah hanya TKI yang dapat menghasilkan devisa?, tidakkah tanpa bekerja keluar negeri kita tetap dapat member pemasukan bagi negara?, cakupan pembahasan akan kita kerucutkan kepada salah satu bagian penting dari masyarakat, yaitu mahasiswa. Jadi dapatkah mahasiswa menjadi pahlawan devisa juga? Meskipun tanpa bekerja serabutan diluar negeri yang tentunya akan menelantarkan kuliah?, kali ini langsung saja saya nyatakan jawaban dari pertanyaan ini, bisa.


Mahasiswa, bibit-bibit pembangun bangsa
Kata mahasiswa tentu sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita, dan termasuk saya beberapa dari kalian pembaca pasti adalah sang mahasiswa ini, selainnya bisa jadi belum,sudah,atau (maaf kata) tidak kesampaian menjadi mahasiswa. Mahasiswa dianggap sebagai harapan masa depan bangsa, dengan pemikiran-pemikiran segar nya diharapkan sang jiwa-jiwa muda akan menggantikan para tetua dalam menggerakan roda Negara dalam semua sektor. Kewajiban utama seorang mahasiswa adalah memupuk ilmu sebanyak-banyaknya dan menempa diri sekeras-kerasnya untuk mempersiapkan tugas besar yang akan mereka emban setelah lulus dari perkuliahan nanti. Maka dari itu kerja mahasiswa tidak serta merta hanya berkutat pada tumpukan buku, deretan tugas dan mendatangi kelas saja, diluar dari kegiatan memperkaya ilmu, mahasiswa juga perlu memperkaya wawasan akan dunia yang akan mereka hadapi nanti,aktif melakukan kegiatan bersosial,memperbanyak interaksi, melatih mental dalam berargumen sudah menjadi harga mati jika menginginkan persiapan yang mantap untuk dunia kerja. membangun kerangka kepribadian yang kokoh  soft skill yang mumpuni dapat dilakukan dengan  berbagai cara. Kegiatan organisasi sudah menjadi pilihan utama dalam mewujudkan pengembangan skill tersebut, namun masih ada cara selain kegiatan organisasi yang sama besar manfaatnya. Berbisnis, interaksi langsung dengan pelanggan, pengaturan dan perencanaan disana-sini, pengolahan modal yang harus diperhatikan secara teliti, sudah lebih dari cukup sebagai kurikulum ekstra pelatihan diri. Bagaikan terjun langsung dan bekerja di lingkungan masyarakat asli, berbisnis memberikan keuntungan yang sangat memuaskan baik di sisi materi maupun pengalaman.


Mahasiswa berbisnis
                Sebelum terjun kedalam dunia bisnis mahasiswa harus memahami terlebih dahulu posisi dirinya dalam dunia ini. mengetahui apa saja tugas,tanggung jawab dan peluang mahasiswa dalam bisnis sudah menjadi harga mati jika ingin sukses dalam menjalaninya. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik universitas dengan berhati-hati dalam memilih langkah bisnis, menjaga norma-norma dan tentunya tidak melakukan tindakan illegal yang dilarang oleh hukum. Selain itu mereka harus tetap sadar akan tugas utama mereka sebagai seorang mahasiswa, mereka tetap memiliki tanggung jawab kepada orang tua yang telah membiayai mereka  untuk belajar sebaik-baik mungkin sehingga tidak menyia-nyiakan pengorbanan orang tua tersebut. Bagi mahasiswa yang kesehariannya disibukkan dengan berbagai tugas, praktikum,dan ujian, sudah barang tentu pilihan mereka akan jenis bisnis sangatlah terbatas, bisnis yang mewajibkan si pebisnis untuk terjun langsung kelapangan dengan jeda kerja yang panjang tentunya memiliki resiko besar dalam membuat sang mahasiswa tidak focus bahkan dapat menelantarkan kuliahnya. Untuk satu-satunya cara agar kegiatan bisnis dan kuliah tidak bertabrakan adalah dengan menjalani kegiatan bisnis yang tidak menyita banyak waktu, dan juga tidak memerlukan tempat khusus dalam prakteknya. Terdengar mustahil?, teknologi lah jawabanya. Lebih tepatnya teknologi informasi, internet yang sudah menjadi santapan masyarakat sehari-hari menjadi sarana yang paling efektif bagi mahasiswa, tanpa harus absen kelapangan mahasiswa dapat menjalankan bisnis nya secara mobile melalui gadget yang dimiliki mahasiswa dimanapun dan kapanpun. Sarana bisnis yang cocok telah didapat, kini saatnya kita beralih ke apa yang ingin mahasiswa lakukan dengan bisnisnya.


Mahasiswa dan jiwa entrepreneurship
Setiap orang memiliki jiwa enterprenurship yang terpendam dalam diri mereka masing-masing, tergantung apakah mereka ingin mengembangkannya apa tidak, termasuk mahasiswa. motif untuk memulai bisnis bervariasi dari hanya untuk mencari sedikit pendapatan hingga mereka yang jenuh dengan stagnansi hidup yang ia jalani, sehingga hal itu membakar semangatnya untuk menciptakan sesuatu yang baru, otak mereka akan dipenuhi akan ide-ide gila yang diiringi dengan ego untuk menjadi yang terunik dan terbaik, bagi mahasiswa kekreatifitasan adalah sebuah keunggulan bagi mereka yang merupakan otak-otak muda yang masih memiliki pikiran-pikiran fresh. namun jiwa entrepreneurship saja belumlah cukup, mahasiswa juga harus mempersiapkan terlebih dahulu mental dan wawasan mengenai dunia yang baru akan diselaminya. Setelah mengetahui hal basic dari bisnis barulah mahasiswa siap untuk memulai langkah awal dari bisnis barunya.


Perbandingan antara model bisnis tradisional dan online/digital
Dewasa ini pilihan untuk berbisnis secara garis besarnya sudah terbagi menjadi dua pilihan,  yaitu mau terjun langsung ke lapangan (tradisional/konvensional) ataupun duduk manis dirumah dengan bermodalkan internet dan gadget atau komputer (online/digital). Kedua bentuk bisnis ini memiliki tentu peluang dan pangsa pasarnya tersendiri, namun jika melihat lagi ke jaman serba internet sekarang ini tentu bisnis online/digital lebih menjanjikan. Mari kita lihat bagaimana bisnis online bisa lebih menuntungkan ketimbang bisnis tradisional.
a.Modal
ditilik dari modal saja sudah member perbedaan yang besar antara bisnis online dan tradisional, modal  untuk bisnis tradisional bisa dibilang cukup besar, dari menyewa tempat dan perangkatnya saja sudah membutuhkan modal jutaan. Sedangkan untuk bisnis online dapat di mulai dengan dana gratis asal sang pebisnis mengetahui trik-triknya, biarpun membutuhkan modal itupun paling mahal sekitar ratusan ribu.
b.efektifitas waktu dan tempat
waktu adalah hal yang sangat berharga bagi siapapun, bagi pebisnis tradisional terutama bagi yang baru memulai mereka akan terpaksa menyita banyak waktu mereka dalam menjalankan bisnisnya, bisa berjam-jam mereka harus mengurusi  bisnis mereka yang notabene tidak bisa di acuhkan sebentar saja. Sedangkan dalam bisnis online, kita disajikan kemudahan dapat menjalankan bisnis kita kapan saja dan dimana saja terimakasih diucapkan kepada gadget yang bisa dibawa kemana-mana. Tanpa harus diberi fokus ekstra pebisnis dapat meninggal sementara bisnisnya karena internet  itu sendiri sudah sepeprti karyawan pribadi yang sanggup bekerja 24/7.
c.promosi
pebisnis tradisional memiliki jangkauan promosi yang sangat terbatas, hanya sebatas lingkungan sekitar tempat bisnisnya berada, pembuatan pamphlet dan berbagai alat promosi konvensional akan kembali memakan biaya. Sedangkan pada bisnis online kita dapat melakukan operasi promosi yang sangat besar dengan biaya yang nihil, jangkauan internet sangat mendunia, hanya dengan sedikit pengaturan poster-poster digital usaha kita sudah tersebar di berbagai penjuru dunia.
Itu lah beberapa perbandingan antara bisnis online dan tradisional, 3 perbandingan ini saja kita sudah dapat melihat keunggulan besar yang dimiliki bisnis online terhadap bisnis tradisional.


Global Advertising Berdasarkan Segmen Pasar
Internet memiliki suatu keunikan lain, tanpa memiliki barang dagang pun kita tetap dapat memiliki peran dalam kegiatannya, peran tersebut adalah sebagai katalisator informasi mengenai produk suatu produsen diketahui oleh masyarakat, atau sederhananya disebut sebagai jasa pengiklanan. Jasa e-commerce merupakan salah satu pilihan bagi individu yang menginginkan bisnis tanpa repot memikirkan modal untuk produk, melalui aplikasi blog,website juga termasuk media social. sang pengiklan bisa menyebarkan iklannya dengan leluasa, tanpa perlu modal besar, dan yang hanya perlu pengiklan persiapkan adalah kekreativitasan dalam menciptakan suatu iklan yang eye-catching, teknik promosi yang dapat  menyerap perhatian besar dari masyarakat, serta menyebarkan iklan tersebut secara efektif sudah lebih dari cukup dalam menjalankan bisnis jenis ini.


Implementasi e-business Yang Tepat Bagi Mahasiswa
                e-business  atau bisnis secara online memang seperti dimaksudkan bagi orang-orang yang ingin berbisnis namun tidak memiliki modal yang cukup baik dari segi waktu maupun uang. Karena itulah bisnis online merupakan tipe bisnis yang sangat cocok bagi seorang mahasiswa yang notabene memiliki sedikit persediaan waktu dan belum memiliki penghasilan sendiri. Dalam e-business  mahasiswa hampir dapat melakukan bisnis apapun yang mereka mau asalkan diiringi dengan keinginan kuat, mahasiswa yang ingin berdagang online tetapi tidak memiliki modal bisa saja menjalin kerja sama dengan pedagang lain yang belum merambah dunia bisnis online dan mengambil peran sebagai yang menjalankan cabang bisnis mereka di dunia online, bahkan yang lebih ekstrim mahasiswa bisa meminjam modal, baik dari bank maupun orang lain, yang nantinya modal tersebut akan digunakan untuk menyediakan barang yang ingin didagangkan. Bisnis online memang sangat efektif, bila menjalaninya dengan benar maka modal awal tadi akan kembali dalam kurun waktu yang tidak lama, dan mahasiswa tidak perlu takut dikejar-kejar penagih. Bagi mahasiswa yang tidak mau repot pun internet masih menyediakan alternatif bisnis lain seperti   yang sudah dibahas disub bab sebelumnya yaitu jasa pengiklanan secara online. Kegiatan hobi menulis blog pun dapat dimanfaatkan untuk setidaknya menambah uang makan dengan menggunakan ads-ads yang banyak disediakan berbagai pihak, semakin banyak yang membuka blog tersebut maka akan semakin banyak pemasukan diterima. Setelah beragam pilihan yang disediakan bagi mahasiswa yang ingin menjalankan bisnis, kini semua kembali lagi kepada mahasiswa itu sendiri, semua kemudahan yang diberikan oleh internet tetap belum menjamin 100% kesuksesan si mahasiswa dalam menjalankan bisnisnya, ketekunan adalah kunci utama jika menginginkan bisnis yang berhasil. Dan mahasiswa juga harus dapat membagi waktu sehingga kuliah mereka tidak terbengkalai akibat fokus yang diberikan kepada bisnis terlalu besar.


Akhir Kata
                Mahasiswa juga memiliki kesempatan menjadi pahlawan devisa dengan memanfaatkan kinerja internet, tanpa perlu merantau keluar negeri demi mendapatkan mata uang asing, uang-uang dari luar negeri akan ditransferkan secara sendirinya seiring berjalannya bisnis kita. Jadi semangat lah! Wahai mahasiswa ayo kita ikut berpartisipasi dalam menyumbang pemasukan bagi Negara kita tercinta. keep livin! ;)


Sabtu, 17 Januari 2015

Welcome 2015! what a good year to start a blog :D. here i am the master of this blog, you can call me The Father, nahh lame right? you could call me everything you want.as what this blog named, Befathom, is a name that I got after some research in some dictionary i decide to pick fathom as the name of my new treasure. Fathom as verb based on Merriam-Webster dictionary means "to understand the reason for something". Like what it mean this blog will shares you something to understand...  get it? (lame vol.2). I am just an ordinary indonesian person, try to make a cool blog thats it. so lets keep this blog up, lets see what this lame blog will become:D (lame vol.3) .


N.B:sorry for my awkward terrible english D: